Dewan Pendidikan Jakarta

PERAN SMKN OTOMOTIF
DALAM MENGISI LOWONGAN KERJA INDUSTRI
PADA SEMINAR PENGEMBANGAN MUTU DEWAN PENDIDIKAN JAKARTA
Oleh Diding Wahyudin, S.Pd

Pendahuluan

Tujuan program keahlian teknik mekanik otomotif secara umum mengacu pada isi undang-undang sistim pendidikan nasional pasal 3 mengenai tujuan pendidikan nasional. (UU SPN) pasal 3 mengenai tujuan pendidikan dan penjelasan pasal 15 yang menyebutkan bahwa pendidikan kejuruan (SMK) merupakan pendidikan menengah kejuruan yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Secara khusus tujuan program keahlian teknik mekanik otomotif adalah membekali peserta didik dengan keterampilan, pengetahuan dan sikap agar kompeten dibidang otomotif.
Untuk mendapatkan tamatan yang siap pakai maka pemerintah telah berupaya dengan berbagai cara seperti adanya program link and macth yang digulirkan sejak tahun 1994, penyesuain kurikulum, menyiapkan fasilitas gedung, laboratorium,perpustakaan, program blokc grant, revitalisasi peralatan, meyiapkan tenaga pengajar dan lainnya.
Namun disisi lain industri otomotif sebagai pengguna jasa tamatan masih menganggap lulusan SMK dianggap kurang kompeten, tidak memenuhi standar perusahan, hal ini diungkapkan oleh Doni Hendaris di Jakarta ekspo senin 10 desember 2007 mengatakan bahwa banyak lapangan kerja yang tersedia, tetapi perusahaan sulit mencari tenaga kerja, sementara disisi lain banyak para pencari kerja sulit mendapatkan pekerjaan hal ini dikarenakan tidak relevannya kompentensi lulusan dengan permintaan pasar kerja ditambah lagi kurangnya kemampuan tamahana seperti bahasa inggris dan komputer, sehingga pihak industri enggan mengangkat mereka menjadi tenaga kerja siap pakai. Konsekwensinya banyak diantara mereka yang gagal mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya, bahkan yang diterima pun masih harus ditraining dalam waktu lama. Hal ini yang dapat menimbulkan bertambah banyaknya jumlah pengangguran yang berarti pula bahwa SMK tidak mampu menyediakan tenaga kerja siap pakai.

Permasalahan

1. Apakah kurikulum kita telah sesuai dengan permintaan indutri ?
2. Apakah perangkat SDM sekolah sesuai dengan indutri ?
3. Apakah peralatan yang digunakan sesuai dengan peralatan industri ?
4. Dukungan terhadap pengadaan peralatan teknis yang sangat dibutuhkan masih tertinggal jauh dari industri, lalu pertanyaanya apakah sarana pendukung telah memenuhi standar industri ?
5. Apakah jumlah kebutuhan SDM industri setiap tahunnya sesuai dengan jumlah tamatan SMK otomotif atau melebih ? jika melebihi maka akan terjadinya ketidak seimbangan dalam pengisian lowongan pekerjaan, apakah yang harus diambil oleh pemerintah sebagai pemegang kebijakan agar semua bisa berimbang tidak seperti SMK pertanian banyak yang ditutup karena peminatnya berkurang.

Pemecahan masalah

1. Masalah kurikulum sudah lama menjadi salah satu factor penentu keberhasilan mutu tamatan, namun kurikulum yang bagaimana ? Apakah semua sekolah telah memiliki kurikulum industri ? tentu kurikulum yang sesuai dengan pengguna jasa industri (user). Kurikulum yang sesuai seharusnya dibuat bersama antara sekolah dengan industri atau kita kenal dengan kurikulum industri yang tentunya selalu di up-date jika ada perubahan atau pengembangan teknologi artinya adanya kesepadanan antara pihak sekolah dan industri atau dikenal dengan link and match sesuai dengan UUSPN, Bab IV, pasal 10 ayat 1 dan sesuai dengan Kepmendikbud No 0490/U/1992, pasal 33 yaitu adanya kerjasama SMK dengan industri untuk meningkatkan kesesuaian program
2. Pengadaan dan pendayagunaan sumberdaya pendidikan dilakukan oleh pemerintah, masyarakat, dan atau keluarga peserta didik (UUSPN, Bab VIII, pasal 33), dan adanya keterlibatan industri dalam memberikan bekal dan pengalaman kepada tenaga pengajar atau langsung kepada siswa agar yang diajarkan benar-benar sesuai dengan kurikulum indutri.
3. Pengadaan peralatan yang disediakan oleh pemerintah baik melalui blokc grant , revitalisasi atau pun masyarakat dalam hal ini orang tua siswa tidak akan mampu menyamai peralatan yang berada di industri yang selalu berkembang setiap waktu kecuali ada suatu terobosan dari pemerintah untuk mendanainya. Selain itu tentunya perlu adanya peranserta industri yang dapat memberikan kesempatan untuk magang atau latihan kerja yang telah kita kenal dengan pendidikan sistim ganda (PP 39, Bab III, pasal 4, butir 8)
4. Sarana pendukung seperti perpustakaan, media informasi yang selalu memberikan pengetahuan terkini, sehingga setiap perkembangan industri dapat diikuti baik oleh guru ataupun siswa.
5. Pendirian program studi, jumlah penerimaan siswa, kriteria calon siswa misalnya tinggi badan, seharusnya ditentukan sesuai dengan permintaan atau daya tampung industri pasangan. Sehingga akan adanya kesimbangan antara jumlah industri dengan jumlah tamatan pencari kerja.

Masukan khusus bagi pengembangan mutu tamatan
SMK teknologi Otomotif di DKI Jakarta

1. Bagi SMK otomotif DKI Jakarta yang tidak memiliki institusi pasangan yang siap melaksakan pendidikan sistim ganda dan menampung tamatan agar tidak diberikan rekomendasi dari pemerintah dalam hal ini dinas dikmenti untuk beroprasi
2. Pemerintah harus membuat pemetaan daya tampung pengguna jasa industri otomotif sebelum memberikan ijin pendirian jurusan otomotif di SMK DKI Jakarta, artinya sekolah yang membuka jurusan otomotif harus dibatasi kalau sudah melebihi.
3. Pemerintah harus benar-benar ikut mengawasi , mengevaluasi pelaksanaan Kepmendikbud No 0490/U/1992, pasal 33 yaitu adanya kerjasama SMK dengan industri untuk meningkatkan kesesuaian program, yang selalu dikawal oleh industri dari penerimaan siswa baru, pelaksanaan pembelajaran sampai recruitment, dan harus memberikan sangsi yang lebih tegas kepada industri yang tidak melaksanaknnya.
4. Pemerintah harus meningkatkan sarana peralatan, kemampuan tenaga pengajar, kurikulum, dan pendukung lainnya sesuai dengan ketentuan industri, sehingga mutu tamatan benar-benar sesuai dengan permintaan industri.

3 thoughts on “Dewan Pendidikan Jakarta

  1. Assalamualaikum, wr, wb
    Pak Diding ini, mudah-mudahan saya tidak salah, apakah ini Pak Diding alumni STM Negeri Tasikmalaya ?, Kalau iya, saya ingin kontak dengan Bapak, sebab saya sudah lama sekali mencari dan mencari keberadaan Bapak, kalau iya bapak bisa kontak saya di email saya; udesnueri@yahoo.com, mohon maaf sebelumnya

    Wasalam
    Desnueri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s